January 23, 2008 at 9:49 pm (Uncategorized)
she….
January 21, 2008 at 7:42 am (Uncategorized)
disini saya lampirkan lirik lagunya:).Met menikmati ya!!.
SHE by Elvis Costello
She
May be the face I can’t forget
The trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay
She
May be the song that summer sings
May be the chill that autumn brings
May be a hundred different things
Within the measure of a day
She
May be the beauty or the beast
May be the famine or the feast
May turn each day into a heaven or a hell
She may be the mirror of my dreams
The smile reflected in a stream
She may not be what she may seem
Inside her shell
She
Who always seems so happy in a crowd
Whose eyes can be so private and so proud
No one’s allowed to see them when they cry
She
May be the love that cannot hope to last
May come to me from shadows of the past
That I’ll remember till the day I die
She
May be the reason I survive
The why and wherefore I’m alive
The one I’ll care for through the rough in ready years
Me
I’ll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I’ve got to be
The meaning of my life is
She
She, oh she
Da..da….GBU
Kepadamu yang termanis
January 21, 2008 at 7:38 am (Uncategorized)
Andai Tuhan punya dompet, fhotomu pasti ditaruh didalamnya.
Ia menerbitkan matahari disetiap pagi untukmu dan menumbuhkan bunga2 setiap musimnya.
Kapan saja kamu ingin berbicara, Ia siap mendengarkan.
Ia bisa saja tinggal dimana saja di alam raya ini, tetapi dia memlilih tinggal dihatimu.
Lihat kawan, betapa Ia tergila2 padamu.
Tuhan tidak menjanjikan hari2 tanpa duka, kegembiraan tanpa penderitaan, matahari tanpa hujan.
Tetapi Ia sungguh menjanjikan kekuatanUntuk menghadapi hari2mu, penghiburan bagi air matamu, dan terang bagi jalan
My Life….
January 21, 2008 at 7:37 am (coretcoret)
Seperti benang-benang panjang tak terlerai
telah bersimpuh sumpah menjadi saksi kemelut
beratapkan mendung hitam
rintik2 hujan , bukan lagi pembawa rahmat
tapi duri-duri
membungkus resah gelisah
menyelimuti sepi yg ganas
bahang tandus menjerit dalam diri
terhimpit meronta
lepaskan aku dari kesakitan ini!
Begitukah pendakian?
Hidup terlalu meminta pengorbanan
padahal itu bukan jaminan
untuk pasti ke Tujuan
aku tidak mampu merangkak lagi
keletihan menggulung tubuh
ke mana harus aku bersandar?
tembok hati telah retak
kata2 kehilangan makna
menarik nafas pencarian puncaK
telah banyak membuang masa
di bukit2 pasir
Keterpaksaan datang lagi memujuk diri
cuba kutegakkan semula
tongkat teguh yg pernah kusandang
Namun,
setiap kali itu kulakukan
luka2 terus mengalir merah
sakit dan pedih
Ah..biarlah aku begini
dalam kelamnya segala makna
mungkin aku perlu belajar lagi
menahan segala hambatan yg tak wajar
dari jalur2 kasar kehidupan.
